Wed. Jan 14th, 2026

Wayan Supadno

Data Angka Kemiskinan Indonesia.

1). Bank Dunia

Dengan standar global upper-middle-income (US$ 6,85 per hari PPP): sekitar 60,3 % (~171,8 juta orang) hidup di bawah garis kemiskinan pada 2024 .

Jika dihitung berdasarkan standar lower-middle-income (US$ 3,65 per hari PPP): sekitar 15,6 % (~44 juta orang) .

2). BPS (Statistik Indonesia)

Mengacu pada garis kemiskinan nasional (Kebutuhan Dasar)—September 2024: 8,57 % penduduk miskin (~24,06 juta orang).

Perbedaan besar ini disebabkan oleh metodologi dan tujuan pengukuran yang berbeda. Padahal pangan kita banyak impor.

Keduanya tidak bertentangan, hanya mencerminkan konteks dan tujuan berbeda, global vs nasional. Ini perlu disinkronkan sebagai acuan objektif.

Padahal harga pangan Indonesia termasuk termahal di Asean. Hingga biaya hidup 70% dari pangan. Garis kemiskinan nasional Rp 595.242/kapita.

Pangan mahal karena harga pokok produksi (HPP) tinggi. Akibat dari kredit bunga bank tinggi, upah mahal, ongkos kirim logistik, pungli dan lainnya.

Pengangguran tergolong penduduk miskin sekalipun sarjana. Karena tanpa pendapatan. Dianggap miskin apabila pendapatan di bawah Rp 595.240/kapita.

Jika pengangguran banyak seperti saat ini 7,6 juta. Akan mereduksi pendapatan per kapita Indonesia hanya US$ 4.900, sekalipun ada konglomerat bisa dapat miliaran/bulannya.

Karena pengangguran banyak maka jumlah ” kemiskinan riil ” akan naik. Karena numpang pihak lain, tidak mampu membiayai dirinya sendiri. Sekalipun alumni S2 kalau jadi pengangguran.

Pertanyaan mendasar dan klasik, kenapa banyak pengangguran ? Karena minimnya lapangan kerja, akibat terlalu sedikit jumlah pengusaha pencipta lapangan kerja hanya 3,41%.

Itu akibat pola didik yang menghasilnya ” mental jiwa tidak bernyali ” mengawali bisnis. Rendahnya entrepreneurship. Ketakutan berlebihan tiada arti, jika mau berbisnis cipta lapangan kerja.

Salam Bernyali 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *