Wed. Jan 14th, 2026

Wayan Supadno

Untuk anak muda yang serius mau jadi pengusaha cipta lapangan kerja. Kisah di bawah ini penting diambil ilmu hikmahnya. Bisa direplikasikan pada diri anak muda dengan mudahnya.

1). Kaplingan Rumah Kebun Durian.

Beberapa tahun silam saya menjual tanah di Bogor lama tidak laku. Lalu datang 2 anak muda. Mau dibeli angsur dijadikan kaplingan kebun durian tiap 1.000 meter. Tapi tanpa modal.

Awalnya saya tolak karena tanpa konsep logis, walaupun mereka alumni pasca sarjana S2. Saya tunda 2 minggu, agar dibuat simulasi bisnis pasar, estimasi keuangan dan lain. Goal.

Janji 2 tahun lunas, ternyata hanya 16 bulan luas 8,6 hektar. Laba mereka setara 2 hektar, nilainya miliaran tanpa modal, pakai modal saya. Tanah saya. Anak muda cerdas praktik ipteknya.

2). Bisnis Ikan Mas.

Sekitar 29 tahun silam, saya lihat ikan mas di kerambah Danau Maninjau Sumbar harga murah karena berlimpah. Tapi di Pematang Siantar Sumut mahal karena kebutuhan Adat Batak besar rutin.

Saya heran kenapa tidak dipasarkan ke Sumut. Ternyata karena jarak tempuh melampaui kapasitas kemasan berisi oksigen. Saya improvisasi populasi ikan saya kurangi, oksigen diperbanyak dan truk berangkat saat sepi pasca maghrib.

Ternyata ikan mas hidup sampai tujuan. Saya yakinkan 1 minggu baru dibayar, dibolehkan. Saya jual kontan. Bisa 2 truk/hari. Masyarakat senang pada minta tolong agar saya mengelolanya. Cashflow dan laba sehat, saya modal dengkul.

Meyakinkan investor berarti
membuat calon pemberi dana/barang/fasilitas percaya bisnis kita layak untuk didukung, karena memiliki potensi tumbuh dan menguntungkan. Manfaatnya makin luas.

Caranya ;

1). Tunjukkan masalah yang nyata dan solusi yang jelas. Investor butuh alasan kenapa bisnis kita penting. Masalah apa yang mau diselesaikan jadi peluang ?
Apa solusinya dan bertahan di pasar ?

2). Tampilkan model bisnis yang jelas dan menguntungkan. Investor harus paham bagaimana menghasilkan uang. Jelaskan dari mana pendapatan berasal, margin keuntungan dan bagaimana bisnis berkembang.

3.) Tunjukkan bukti nyata. Data empirik. Misal sudah punya 1.000 pelanggan, penjualan meningkat 30% per bulan atau sudah diuji coba di pasar. ” Bukti lebih kuat daripada janji teori “.

4). Tim yang kompeten dan bisa diandalkan. Investor lebih percaya pada orang yang menjalankan ide, dibanding ide itu sendiri, sebaik apapun idenya jika tanpa aksi. Perlihatkan pengalaman, kekuatan tim dan pembagian peran yang solid.

5). Kalkulasi logis sederhana keuangan yang masuk akal. Sajikan proyeksi keuangan (3–5 tahun) yang terukur. Jangan terlalu optimis tanpa dasar dan jangan asal-asalan.

6). Pahami risiko dan punya strategi antisipasi. Investor lebih percaya bila tidak naif terhadap risiko. Jelaskan risiko pasar, regulasi, operasional dan solusinya.

7). Bangun kepercayaan dan transparansi. Investor akan lebih percaya jika terbuka, responsif dan lugas ilmiah. Harus bisa dirasakan ” niat baik dan kita pantas dipercaya ” di mata investor.

Salam Bangkit 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *