Kisah di bawah ini bisa diambil ilmu hikmah bahan pembelajaran bagi anak muda, utamanya pengusaha pemula. Karena sangat penting, bahwa kondisi ekonomi makro sangat besar pengaruhnya bagi usaha kita. Agar intuisinya makin tajam dalam mengambil peluang, apapun situasinya.
Seorang sahabat jadi pimpinan cabang di perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor di Bekasi. Berkisah sangat terancam posisinya saat ini. Karena mulai banyak korban PHK di kantornya. Akibat laba usahanya minus. Penjualannya dibanding bulan yangpada tahun sama 2024 hanya mencapai 20%. Karena puluhan ribu orang korban PHK, kredit kendaraan banyak yang macet.
Minta saran masukan ke saya, tentu kaca mata saya melihat situasi ekonomi terkini paling aman adalah bisnis bidang pangan. Konkretnya membendung barang impor atau memperbesar barang ekspor. Karena banyak negara lagi kesulitan parah pada pangannya. Ini peluang emas masyarakat Indonesia.
Konkretnya, ternak sapi mau breeding beli sapi bunting atau penggemukan sapi jantan bakalan yang saat ini banyak dimpor dari Australia mau jutaan ekor. Contoh lain lagi, hilirisasi hasil bumi kelapa jadi VCO, minyak goreng dan lainnya. Hilirisasi sawit juga sangat cerah. Sumber permodalan bisa dari KUR perbankan bunga murah 6%/tahun
Kunci pertumbuhan ekonomi umumnya terletak pada empat pilar utama meliputi konsumsi, investasi, ekspor, dan belanja pemerintah. Saat ini Bank Indonesia dan BPS merilis pertumbuhan ekonomi 4,87% turun dibanding tahun lalu 5,6%.
Pasti ada sebab pada 4 kunci pertumbuhan ekonomi di atas. Menggambarkan keadaan yang sedang terganggu pada 4 kunci pertumbuhan ekonomi, meliputi :
1). Konsumsi Rumah Tangga (C)
Artinya pengeluaran masyarakat untuk barang/jasa. Misal makan, transportasi, pendidikan dan lainnya. Porsi terbesar dalam PDB Indonesia (>50%). Kalau konsumsi naik, ekonomi ikut tumbuh.
Contoh, akibat goncangan geopolitik dan serangan kemajuan inovasi robotik. Jadi sebab banyak perusahaan padat karya bangkrut, PHK massal, daya beli turun lalu dana masyarakat untuk konsumsi keluarga turun drastis karena massal.
2). Investasi / Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB/I)
Artinya, pengeluaran untuk barang modal seperti bangunan, mesin, infrastruktur. Meningkatkan kapasitas produksi, pertumbuhan jangka panjang.
Contoh, karena Indonesia banyak preman pakaian seragam dari internal pemerintahan dan preman masyarakat. Banyak investor kabur. Batal investasi. Lalu serapan pengangguran dan rencana dapat pajak besar rutin jadi batal semua.
3). Ekspor Netto (X – M)
Artinya nilai ekspor dikurangi impor. Jika ekspor tinggi, pemasukan dari luar negeri naik, ekonomi tumbuh.
Contoh, akibat negara tujuan ekspor terjadi perang, industri di luar negeri lesu dan kebijakan Presiden D. Trump semaunya sendiri, jadi sebab ekspor turun drastis puluhan triliun.
4). Belanja Pemerintah (G)
Artinya pengeluaran pemerintah untuk infrastruktur, subsidi, gaji ASN, bansos dan lainnya. Jadi penopang saat sektor lain lemah. Bisa mendorong multiplier effect ke masyarakat.
Contoh, karena banyak industri tutup, padahal biasanya stor pajak ke negara triliunan/tahun, jadi tiada pajak dari banyak perusahaan. Pendapatan negara turun. Otomatis anggaran untuk belanja juga turun.
Contoh nyata ;
Ringkasan. Pertumbuhan ekonomi = C + I + G + (X − M)
Jika semua tumbuh, ekonomi kuat. Jika salah satunya melemah, perlu dikompensasi yang lain.
Manfaat paham hal ini :
1). Bisa menganalisis berita ekonomi dengan kritis.
2). Tahu kenapa BI jaga inflasi atau pemerintah ada program bansos.
3). Mampu memprediksi potensi krisis atau peluang usaha.
4). Menjadi dasar pembuatan strategi bisnis bagi pebisnis
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630