Wed. Jan 14th, 2026

Sejak ada kebijakan dihapus kuota impor sapi hidup bahkan dibebaskan dan ketat impor daging beku. Terasa sekali manfaatnya bagi masyarakat. Berikut ini contoh nyata pengalaman saya dalam usaha ternak sapi.

1). Saat Tanpa Kuota Impor Sapi Berapapun Juga Boleh Impor.

Selama 10 hari saya di rumah Pangkalan Bun Kalteng. Bahagia sekali menyaksikan masyarakat banyak yang beli sapi hidup untuk penggemukan, bunting dan ada anaknya. Lebih dari 450 ekor laku terjual.

Jadi lapangan kerja masyarakat, utamanya yang integrasi dengan sawit karena banyak limbah sawit pelepah, solid dan bungkil sawit sangat cocok jadi pakan sapi rendah biaya. Selain tambah besar gemuk, yang betina juga berbiak.

Sisi lain dari biaya pakan murah dari limbah sawit. Masih dapat feses urine sapi yang bisa jadi pupuk. Side passive income. Bahkan banyak yang remis antara biaya pakan dan pendapatan dari pupuk kandang.

Praktis memberdayakan masyarakat, ekonomi kerakyatan. Ekonomi rakyat tumbuh dinamis. Bagi yang kurang modal bisa memakai KUR di BRI. Jika bobot 500 kg yang penggemukan saya siap menampung juga. Membeli kembali.

Jika semua masyarakat sekitar pabrik kelapa sawit dan semua BUMDes meniru pola tersebut. Maka pertumbuhan ekonomi pedesaan tumbuh dan ketahanan pangan naik dan stunting kurang. Maka sekejab populasi sapi tambah.

2). Saat Longgar Kuota Impor Daging Beku, Banjir Barang Murah.

Selama 10 tahun terakhir Sensus Pertanian oleh BPS 2013 dan 2023. Indonesia mengalami depopulasi sapi. Penurunan jumlah sapi hingga 2,45 juta ekor. Mengancam ketahanan pangan dan makin sempit lapangan kerja peternakan.

Ini akibat PMK, LSD, pemotongan sapi betina produktif karena bersaing dengan daging beku. Terlihat juga dari data dan fakta kandang sapi ditutup bangkrut selama 10 tahun terakhir karena kalah bersaing dengan daging beku impor.

Kenyataan pahit lagi. Saat itu yang biasanya jualan sapi hidup dan RPH juga berubah jualan daging beku. Otomatis banyak korban PHK karyawan peternakan sapi. Lapangan kerja makin sempit, sebaliknya mensejahterakan peternak luar negeri.

3). Manfaat Kuota Impor Sapi Hidup Tiada Lagi dan Impor Daging Beku Dihambat.

Moril peternak bergairah lagi, hendaknya impor daging beku ” dihentikan total ” agar tidak membunuh peternak maupun penggemukan sapi impor. Tercipta lapangan kerja massal, mengurangi pengangguran dan menaikkan daya beli.

Ekonomi tumbuh dinamis, utamanya pada masyarakat pedesaan. Konkretnya pengalaman saya di atas jika dimassalkan di banyak PKS dan Bumdes pengangguran berkurang drastis dan kesejahteraan meningkat.

Jadi lokomotif perekonomian. Jika serapan sapi hidup untuk penggemukan dan pembibitan dibiakkan maka program KUR bisa berjalan dahsyat. Jika goal bisa menguras sapi betina produktif dari Australia 6 juta ekor setara Rp 150 Triliun dinikmati masyarakat.

Salam Madani 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *