Wed. Jan 14th, 2026

Berikut ini contoh nyata, falsafah tentang pentingnya manfaat kepercayaan dalam membangun usaha. Bisa diambil ilmu hikmahnya oleh anak muda, bahan pembelajaran menempa diri. Agar terpercaya, lalu jadi daya dongkrak tumbuhnya usaha.

1). Burung selalu berkumpul dan hinggap pada dahan pohon yang sama, nada kicauan suaranya sama. Misal burung kutilang pasti kumpulnya dengan burung kutilang juga. Tak kan mungkin kumpul dengan burung lain, apalagi burung elang.

2). Air laut rasanya asin banyak dikisahkan masyarakat, maka tiada mungkin orang akan meminum air laut jumlah banyak. Kalaupun penasaran ingin mencoba untuk merasakan, tapi begitu tahu rasanya asin, maka tiada mungkin minum jumlah banyak.

Ilmu hikmahnya bahwa orang baik selalu kumpulnya dengan orang baik, orang jelek selalu kumpulnya dengan orang jahat dan orang bisa dipercaya kumpulnya dengan orang saling bisa dipercaya. Bisa saling bersinergis membangun bisnisnya.

Jika ada seseorang sudah berbuat jahat, misal menipu. Hampir selalu dikisahkan kepada komunitasnya lalu tercemar nama baiknya, hingga komunitasnya tidak mau bertransaksi kepadanya, guna menghindari agar tidak tertipu.

Banyak orang sukses berbisnis karena terpercaya. Karena makin banyak masyarakat yang berlangganan produk atau jasa kepadanya atau jadi investor kepadanya, misal titip dagangannya agar dijualkan. Karena ada iklan dari mulut ke mulut.

Begitu juga sebaliknya, jika ada korban penipuan misalnya, maka akan tersebar kemana – mana. Atau tidak komitmen/disiplin angsuran di perbankan maka akan terekam di BI Checking, semua bank tahu. Lalu semua menghindarinya.

Contoh konkret ;

1). Kayu Balsa.

Saat itu permintaan pasar ekspor sangat banyak dan rutin jangka panjang. Tapi karena ada yang jahat karakternya, dicampur dengan kayu randu kapuk, lalu distop ekspornya oleh pembeli di negara tujuan. Yang menderita komunitas dan negara.

2). Lada Hitam.

Lada Indonesia sangat populer di mata masyarakat Eropa dan lainnya. Petaninya bahagia karena ada kepastian pasar harga menyenangkan. Tapi karena ada yang jahat, lada hitam dicampur pasir hitam. Dampaknya diminati pasar global.

3). Gaplek.

Banyak berita singkong tidak laku karena kebanjiran barang impor. Tanpa disadari peternak sapi berulang kali tertipu, karbohidrat hanya 55% padahal idealnya 85% lebih, karena dicampur onggok limbah tapioka. Mendingan impor, dari pada bangkrut ternak sapinya.

4). Vanilli.

Vanilli harganya jatuh, kalah dengan negara lain persis lada maupun singkong, pasar komoditas Indonesia diambil Vietnam. Karena vanilli dari Indonesia, di dalamnya diisi paku agar makin berat. Nakal mental. Importir dari negara tujuan trauma.

Kesimpulan bahwa berbuat baik yang bermanfaat jika dirasakan oleh masyarakat jumlah banyak, otomatis jadi testimoni pada ikutan beli produk/jasa/investasinya. Begitu juga sebaliknya, jika gagal mental maka teramat mahal investasi untuk mengembalikannya.

Salam Integritas 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *