Wed. Jan 14th, 2026

Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) jutaan orang. Multi risiko tinggi. Diberdayakan negara lain. Dampak kurang jumlah pengusaha pencipta lapangan kerja. Akibatnya, banyak ” kasus gagal rumah tangganya ” karena jadi TKI.

Persentase jumlah pengusaha Indonesia hingga saat ini belum ada data validnya. Tapi semua data mengatakan bahwa pengusaha Indonesia di bawah Thailand, Malaysia dan Singapura.

Kondisi ini berdampak pada tingginya jumlah pengangguran hingga meluber jadi TKI. Karena lapangan kerja sedikit jadi rebutan. Akibat jumlah profesi pencipta lapangan kerja terlalu sedikit.

Implikasinya luas. Karena menganggur tidak produktif jadi beban yang lainnya. Rentan miskin jadi miskin. Karena miskin berpotensi stunting. Makin tertinggal jadilah gini rasio (kesenjangan sosek).

Dari beberapa buku kajian perihal praktisi/pebisnis/pengusaha. Dikatakan ada beberapa ciri calon pebisnis. Di antaranya ;

1. Masa kecil, suka improvisasi diri. Tiap ada kesulitan menghadapi masalah terhadap mainan, bukan spontan menangis meratapi minta bantuan orang lain agar dapat kemudahan berlebihan.

Contoh.

Layangan putus sengaja dibiarkan agar ada ruang menganalisa masalah dan mencari solusinya, bukan diambilkan. Bola jatuh, bukan diambilkan tapi ditunjukkan ada pengaitnya.

Pola didiknya memang cipta kondisi agar kita sebagai orang tua tidak merampas ” area dan kesempatan ” improvisasi mengatasi masalahnya. Cikal bakal usaha tidak bisa berkelanjutan ke beberapa generasi.

2. Masa remaja, suka dengan mata pelajaran kalimat matematika. Bukan yang suka memahami saja, apalagi hanya menghafal saja. Kecenderungan yang suka berinteraksi kerja sama sinergis dengan sekitarnya.

Contoh.

Ada barang berserakan tidak semestinya. Dikondisikan agar ada ide gagasan mengatasi dengan teman – temannya. Dibuat acara perlu dana, tapi tanpa boleh minta bantuan, harus mencari sendiri dengan ide gagasan dan keringatnya.

Pola didiknya memang dikondisikan agar peka dengan masalah sekitar. Jadi problem solving di antara sekitarnya. Mengurai kasus per kasus ancaman jadi peluang dalam kebersamaan. Agar terbangun ” mental patriotik ” di masyarakatnya.

Tidak kalah pentingnya memberikan wawasan arti pendidikan menghasilkan pemikiran dan karya yang bermanfaat bagi orang banyak (Ki Hajar Dewantara). Penjabarannya adalah memandirikan bangsa dengan kebersamaan.

Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *