Thu. Jan 15th, 2026

Prinsipnya, investasi produktif nuansa praktik inovasi untuk membuat produk langka unik bernilai ekonomi tinggi dari bahan baku sederhana berlimpah dan murah. Jika kolektif, itulah penyebab sebuah negara makin cepat majunya. Begitu juga perusahaan dan perorangan. Barang murah, diproses, jadi mahal karena langka. Nilai tambahnya besar.

Contoh ;

  1. Karbon Aktif.

Harganya sangat mahal karena sangat besar manfaatnya untuk pembersih air, baterai dan lainnya. Hanya terbuat dari limbah pabrik wujud tempurung kelapa. Yang sebelumnya hanya berserakan jadi beban atau hanya dijual sangat murahnya karena berlimpah. Tentu nilai tambahnya luar biasa besar karena produsennya sangat sedikit.

  1. Minyak Albumin.

Harganya sangat mahal karena sangat bermanfaat bagi kesehatan utamanya pasca operasi agar cepat kering lukanya dan obat gagal ginjal bocor. Bahan bakunya Ikan Gabus yang diternakkan oleh masyarakat. Pakannya hanya ayam mati tiada nilai yang direbus terlebih dulu atau jadi Maggot BSF lalu jadi pakan ikan.

  1. Kawasan Elite.

Harga pasar tanah dan NJOP nya jadi terdongkrak mahal. Karena ada ide gagasan inovatif kreatif dan investasi infrastruktur jalan aspal jembatan dan fasilitas sosial umumnya. Jadi kawasan mewah agrowisata edukatif inovatif. Padahal sebelumnya, lahan tersebut tidak bernilai ekonomi karena terisolasi sungai dan rawa non marketable.

  1. Sosis dan Pentol Bakso Daging Sapi.

Produk akhir yang dijual bernilai ekonomi tinggi dan langka karena jarang pelaku yang serupa. Peternak sapi integrasi kebun sekaligus industri pasca panennya nuansa inovatif mulai hulu hingga hilir. Pakan sapi hanyalah limbah sawit tiada bernilai atau sangat murah. Hijauannya juga hasil inovasi hanya dipupuk limbah feses urine sapinya.

  1. Citronella dan Geraniol.

Minyak ini sangat mahal dan juga dibutuhkan dunia skala besar. Karena banyak manfaatnya termasuk anti nyamuk dan pengharum ruangan. Sekalipun bahan bakunya jeruk purut ditanam di lahan tandus pasca pembalakan liar dan penambangan yang belum direboisasi. Tentu dapat nilai tambah devisa sangat banyak.

  1. Rengginang.

Produk asli Indonesia ini berbahan baku beras ketan. Karena petani – petaninya pada kelompok tersebut hanya punya sawah 0,3 ha/KK. Fokus menanam padi beras ketan saja. Tapi dijual setelah jadi kue Rengginang yang unik bersih dan dikemas dengan apik. Nilai laba petani tersebut beda jauh dari lainnya. Walaupun berbekal ide gagasan kreatif sederhana melestarikan budaya.

  1. Bibit Ikan.

Kesannya sepele hanya jualan bibit ikan air tawar di dalam kaplingan tanah perumahan belum laku. Disewa. Hanya luas 800 meter saja. Tempat breeding ikan Betutu, Gabus dan Patin. Dipadukan dengan pemanfaatan IT dunia maya dalam memasarkan. Omzetnya miliaran/tahunnya. Karena bisa jual jutaan ekor/bulannya. Pemuda ini, bermental berani melepas belenggu diri dan pantang menyerah tetap belajar.

  1. Ekstrak Buah.

Setelah buah diekstrak dimasukkan botol kedap udara dengan stiker yang narasinya sungguh humanis. Laku keras di banyak toko, apotik dan online. Siapa sangka bahan bakunya kumpulan buah afkir dari petani yang gagal grading tidak menenuhi spesifikasi pasar buah. Juga buah afkir layu mau busuk di banyak toko buah maupun pasar induk. Ini pemuda keren sekali.

Tentu masih sangat banyak karya inovatif Kawula Muda Indonesia yang gemar jadi pengusaha. Bukan sekedar dagang, beli barang A dijual lagi wujud masih jadi barang A. Tapi sudah jadi barang B, C dan D. Karena mau adaptif dan bersinergi dengan para Peneliti. Dipasarkan bukan dengan cara asalan konvensional tapi dengan inovasi kreatif dunia IT.

Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586570630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *