Sekali lagi. Saya selaku petani, peternak, pembisnis dan peneliti punya kerinduan teramat dalam kepada Capres Cawapres untuk mulai bicara programnya dan target terukur serta cara mencapainya. Bukan seperti pemilu yang sudah – sudah, nuansanya hanya narasi teoritis melangit non membumi. Sulit dikualifikasikan.
Kerinduan itu di antaranya, Capres Cawapres punya konsep mengatasi berbagai masalah bangsa, tentu dengan skala prioritas karena banyaknya keterbatasan tapi banyak pula harapan. Setidaknya terukur kualifikasinya dan mudah dievaluasi dengan batasan waktu yang bisa jadi pedoman.
- Stunting.
Kondisi malnutrisi utamanya karena kekurangan protein hewani yang berdampak pada kerdil, retardasi mental (kecerdasan) dan masa depannya non kompetitif. Saat ini 2023 prevalensinya 21,6% (Kemenkes). Hendaknya Capres Cawapres punya target prevalensinya tinggal 5% saja seperti negara maju. Kapan dan bagaimana cara mewujudkannya.
Karena ini mencerminkan daya saing putra bangsa Indonesia pada beberapa tahun mendatang. Kolektifnya pada daya saing Indonesia di antara bangsa lainnya. Makin rendah prevalensinya maka makin tangguh dan cepat maju. Sukses gagalnya generasi mendatang, tergantung generasi sekarang.
- Wirausahawan.
Profesi ini sangat vital, strategis dan penting. Karena pencipta lapangan kerja agar menyerap pengangguran, lokomotif perekonomian pemberantas kemiskinan pembayar pajak besar agar APBN besar dan banyak peran lainnya. Saat ini 3,46%. Ideal minimal 5%, kurang 5,5 juta lagi. Bagaimana caranya dan kapan terwujudnya.
Semua negara memacu berlomba agar terlahir wirausahawan inovatif makin banyak. Percepatan majunya bangsa, linier dengan berapa banyak mampu memambah jumlah wirausahawannya. Yang menganggur diserap, jadi produktif naik daya beli dan pendapatan per kapita untuk membangun mutu manusia di keluarganya.
- Indeks Kompleksitas Ekonomi.
Penilaian ini mencerminkan sebuah negara masyarakatnya kreatif inovatif atau tidaknya. Sehingga mampu melahirkan produk langka, unik dan nilai ekonominya tinggi, melalui proses inovatif dari barang baku sederhana berlimpah. Saat ini Indonesia peringkat 61 dari 132 negara. Kapan jadi peringkat 10 dan apa programnya.
Ini penjabaran naluri peneliti dan bisnis warga sebuah negara. Artinya makin tinggi indeks entrepreneurship, makin tinggi indeks inovasi global, makin tinggi prosentasi hilirisasi hasil riset jadi inovasi. Maka indeks kompleksitas ekonominya makin tinggi pula. Negara makin maju.
- Rasio Gini Kesenjangan Sosek.
Menggambarkan sebuah keadaan pemerataan kepemilikan aset, pendapatan per kapita dan daya beli masyarakat. Indonesia tergolong tinggi yaitu 3,88. Ini momok bagi sebuah bangsa manapun juga, karena sumber kecemburuan sosial penyebab konflik horizontal. Apa caranya, berapa target penurunan selama 5 tahun lagi agar keadilan sosial makin terwujud.
Rasio gini bisa ditekan jika ada pertumbuhan ekonomi berkat adanya investasi produktif nuansa inovasi. Secara paralel linier ada penambahan jumlah pelaku usaha. Jika hanya tumbuh ekonomi saja, tanpa tambah jumlah pelaku usaha maka penikmatnya itu – itu saja. Angka rasio gini tercetak. Ini tidak baik. Resiko tinggi. Jurang kesenjangan.
- Petani dan Pangan.
Sesungguhnya masalah bangsa Indonesia paling banyak dan didominasi pada sektor ini. Jika dibuat tabel lalu diterapkan Hukum Pareto 20/80, petani dan pangan pada peringkat pertama pada 20% teratas. Artinya jika ini kelar akan sama artinya telah menuntaskan 80% dari total masalah bangsa ini.
Konkretnya, kemiskinan 51% di pedesaan dan 61% di pedesaan tersebut adalah berprofesi petani. Jumlah petani 39,9 juta, tapi dikategorikan oleh pemerintah yang miskin dan rentan miskin ada 49,8%. Sebabnya 14 juta KK petani hanya punya sawah 0,3 ha/KK. Kapan ini akan berubah total dan bagaimana cara solusinya Capres Cawapres ? Agar sejahtera, lalu tidak impor Rp 300 triliun/tahun karena belum swasembada pangan.
Tentu masih banyak yang bisa jadi standar penilaian terukur jelas bagi Capres Cawapres. Ini selling point dalam berkampanye yang ” dewasa, matang dan cerdas “. Niscaya akan jadi sebab mendulang suara jumlah simpatisan pemilih. Karena sangat logis, spesifik, terukur, jelas dan memungkin dicapai dengan waktu tertentu.
Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630