Wed. Jan 14th, 2026

Kawula muda perlu dan penting memahami hal kompleksitas ekonomi. Yang arti gramatikalnya, pengetahuan unik beragam dan canggih yang dimiliki sebuah negara sehingga mampu memiliki produk langka tapi punya nilai kapital dan manfaat tinggi bagi kehidupan.

Makin langka, makin tinggi peringkat indeksnya. Makin banyak ” produk langka ” yang diekspor tersebar di seluruh negara di atas bumi ini, maka makin maju negara tersebut. Karena mampu mengatasi beragam kerumitan masalah di masyarakat. Itu bisa terwujud jika makin inovatif membumi sebuah negara tersebut.

Agar mudah dipahami dan dipraktikkan oleh kawula muda, berikut ini saya buatkan contoh konkret yang mengangkat indeks kompleksitas ekonomi Indonesia dengan inovasi. Agar tidak terkesan teoritis tapi membumi. Lalu mampu mengangkat Produk Domestik Bruto (PDB) dan Pendapatan Per Kapitanya ;

  1. Sawit.

Dulu kita dominan ekspor CPO (minyak mentah sawit). Tentu ini nilai kapitalnya rendah sekalipun kuantitasnya tinggi. Tapi sejak 2012 Indonesia bangkit ekspor produk turunannya hingga di Malaysia banyak perusahaan oleokimia yang bangkrut kekurangan CPO Indonesia. Saat ini hanya 7% saja ekspor CPO.

Sisanya produk jadi wujud pangan, energi, kosmetik dan farmasi. Implikasinya selain cipta lapangan kerja sangat besar jutaan keluarga, juga berkali lipat devisa didapat hingga Rp.635 triliun (2022). Ini terjadi karena implementasi hasil riset agar jadi inovasi membumi yang terkomersilkan.

  1. Ikan Gabus/Toman.

Dulu kita suka sekali ekspor ikan gabus dan toman. Di negara tujuan ternyata bukan hanya dijadikan bahan baku konsumsi saja. Melainkan jadi bahan baku industri farmasi, produk albumin sebagai obat jitu pasca operasi. Agar cepat sembuh luka operasinya dan sangat baik untuk kaum lansia agar tidak mudah menua.

Sekarang, berkat riset hal albumin dari ikan gabus maupun toman dan proses perlakuannya. Ekspornya wujud minyak albumin. Luar biasa harganya Rp. 2 jutaan tiap mili liter. Sisanya yang masih kaya manfaat nutrisinya baru konsumsi pangan. Implikasi positifnya sangat luas dan besar bagi Indonesia.

  1. Kelapa

Dulu kita bangga bisa ekspor kelapa glondongan hingga miliaran butir per tahunnya karena bangganya Mentan SYL pun, yang melakukan pelepasan ekspornya. Hem, di RRC yang panen nilai tambahnya. Pabrik pengolah kelapa menjamur di mana – mana. Karena harga sebutir kelapa setara harga nata de coco air kelapa di dalamnya.

Sekarang mulai banyak pengusaha yang inovatif. Tidak mau jadi pedagang, beli kelapa diekspor masih wujud kelapa juga. Sudah diproses terlebih dulu jadi VCO, nata de coco, masker dan pembalut wanita dari cocopeat yang punya karakter menyerap air 6 kali lipatnya dan karbon aktif maupun arang briket. Nilai devisanya ber kali lipatnya didapat Indonesia.

  1. Bekatul.

Dulu hanya sebatas jadi bahan pakan ternak saja. Sebagian juga diekspor wujud apa adanya bekatul jadi bahan baku industri minyak bekatul di beberapa negara maju seperti Korea, Jepang dan lainnya. Mereka banyak dapat nilai tambah selain minyaknya yang teramat mahal, B12 dan pakan ternak.

Sekarang mulai banyak yang dulunya eksportir bekatul padi jadi produsen minyak bekatul. Walaupun pemasarannya sebagian masih memakai merek dagang seolah produk impor, padahal bukan. Strategi pemasaran saja, agar marketable dan fast moving. Berkat inovatif, dapat nilai tambah berlipat.

  1. Buah Naga.

Dulu memaksakan diri agar bisa ekspor ke RRC dan Eropa. Karena kadar airnya terlalu besar kalah bersaing dengan Vietnam di pasar global. Saat ini dijadikan powder 6% kadar airnya. Tinggal dituang di air segelas, diaduk lalu siap saji. Dapatlah nilai tambah besar dan menang bersaing di pasar Eropa. Karena inovatif.

Masih sangat banyak lagi komoditas Indonesia yang besar potensinya untuk mendongkrak nilai tambah dengan cara bersinergi dengan para peneliti agar inovasinya membumi. Yang berdampak pada terciptanya lapangan kerja jumlah besar, pajak dan devisa jumlah besar. Indeks kompleksitas Ekonomi Indonesia juga akan terdongkrak peringkatnya.

Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *