Thu. Jan 15th, 2026

Naghrisu liman ba’dana (Bahasa Arab) artinya menanamlah untuk generasi setelah kita. Itulah pesan kebajikan 36 tahun silam dari Guru Malamku. Selalu saya ingat, hingga saat ini.

Malam itu juga diwejang, ” Kasih sayangi yang di bumi, maka yang di langit mengasih sayangimu ( Irhamu man fil ardli yarhamkum man fis sama /Bahasa Arab) “. Ini juga saya ingat selalu.

Intinya dididik agar bisa menjabarkan di lapangan secara nyata, sepanjang hayat. Andaikan esok pagi tiada, hari ini masih gemar menanam dengan suasana menyenangkan hati.

Sejak tahun 2014, karena saran banyak sahabat agar saya menyediakan bibit yang baik dan benar inovatif. Selain formulasi, produksi dan menjual Bio Extrim pupuk hayati, Hormax hormonal.

Sejak itu, jumlah bibit yang sudah saya jual dan bagikan misi sosial kemanusiaan sudah ratusan ribu pohon. Sungguh menyenangkan, menjabarkan secara nyata ajaran kebajikan Guru Malam.

Komoditas varietasnya, sawit dari Puslit, kelapa genjah entog, pandan wangi, kopyor, ijo wulung, durian musang king, ochee, bawor, alpukat, kelengkeng, jengkol, jeruk chokun, pisang raja, cavendish dan lainnya.

Banyak sekali yang sudah berbuah. Milik petani, perusahaan dan pondok pesantren agar punya sumber pendapatan guna meniadakan biaya bagi santrinya. Termasuk Bupati Pandeglang Ibu Irna (video ini).

Begitu juga yang misi sosial kemanusiaan. Lewat Kampus Untag Banyuwangi ke beberapa pondok pesantren dan masyarakat luas 7 tahun silam sebanyak 5.000 pohon. Menyenangkan hati.

Menyumbang bibit jengkol ke Kampus Universitas Airlangga dan Kampus ITS Surabaya, masing – masing 1 tronton. Total 2.400 pohon. Harapannya selain untuk penghijauan juga objek riset karena pasar ekspor makin besar.

Begitu juga ke Tempat Suci. Misal, Pura Besakih Bali sebanyak 1 truk bibit durian musang king. Harapannya jadi penghijauan dan sumber pendapatan untuk mengelola Pura Besakih ke depan, melalui Bupati Karangasem Ibu Mas.

Yang ini menjabarkan ajaran kebajikan hal Tri Hita Karana Bahasa Sansekerta. Artinya taqwa kepada Tuhan, kasih sayang kepada sesama manusia dan mencintai alam kehidupan lain di sekitarnya. Bagus sekali jika bisa dijabarkan.

Sama halnya dengan menyelaraskan pikiran ( manacika ), perkataan ( wacika ) dan perbuatan ( kayika) di dalam ajaran Tri Kaya Parisudha. Bahasa Sansekerta. Niat baik agar terwujud mesti tanpa putus dari pikiran, perkataan dan perbuatan praktiknya.

Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *