Saat ini, disadari atau pun tidak. Dunia sedang proses menuju era deglobalisasi. Eranya negara berusaha mengamankan warganya sendiri terlebih dulu.
Bahkan hingga untuk hidup setahun lagi. Berlebihan. Karena seolah nyaris tidak peduli lagi hal kemanusiaan di negara lain. Kemerosotan sifat humanisnya manusia.
Jika ini terus berlarut maka negara maju pun akan jadi miskin, jika negara tersebut terlalu tergantung negara lain. Yang berdaulat maka akan jadi negara maju, mengatur dunia.
Contoh :
1. Singapura.
Sekalipun pendapatan per kapitanya 16 kali lipatnya Indonesia. Akan ambruk jika deglobalisasi. Jadi ancaman serius jika tanpa dukungan negara lain.
Indikasinya, diuji tanpa pasokan telur, ayam dan sayuran dari Malaysia sudah teriak. Karena Singapura tidak berdaulat. Neraca perdagangannya ekspor impornya terlalu besar.
2. Amerika Serikat.
Sekalipun negara yang mengaku super power. Karena biaya hidup semua warganya sangat boros akibat langka dan mahalnya energi. Lalu mendongkrak inflasi.
Sanggup presidennya memohon – mohon ke negara timur tengah penghasil energi agar produksinya ditambah. Agar kembali murah. Dampak AS tidak berdaulat energi.
3. Uni Eropa.
Negara – negara ini karena tidak berdaulat energi. Padahal energi kontributor terbesar pendongkrak harga pokok produksi (HPP) semua produk di sebuah negara.
Saat sumber dan jalur energinya diganggu oleh Putin. Maka bergejolak ekonominya. Hingga diberitakan akan banyak masuk jadi pasiennya IMF. Ekstrimnya banyak pelacur baru dari kalangan terpelajar.
Bagaimana dengan Indonesia ?
Inilah momentum emasnya. Di Indonesia serba ada. Serba cukup jika bisa dikelola dengan baik dan benar sesuai ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasinya. Jadi negara super besar, asal berdaulat.
Contoh barang – barang yang diimpor dikonversikan dengan produk berbahan baku yang asli Indonesia. Yang akan jadi kegiatan masyarakat satu dengan lainnya saling terikat terkait.
Konkretnya, meniadakan impor energi dengan optimalisasi produk hilir dari sawit. Meniadakan impor gandum dengan optimalisasi turunan dari umbi – umbian dan seterusnya.
Kata kunci, ada pada politik kebijakan makro yang diproduksi oleh para politisi kita. Mau atau tidak membangun SDM dan memberdayakannya dengan dipacu percepatannya melalui iklim usahanya.
Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630