Empiris.
Sering kali saya merenungi perjalanan masa lalu. Masa lalu sumber ilmu hikmah buat bahan koreksi diri. Ilmu hikmah untuk bahan menyempurnakan langkah masa depan agar lebih produktif.
Kesimpulan renungan, ternyata kalaupun hati ada niat. Jika hanya dipikirkan tahu ilmu teknologi dan inovasinya. Dibicarakan terus dalam ruangan rapat, seminar dan acara lainnya. Tiada membawa perubahan.
Akan membawa perubahan jika ada niat di hati. Berpikir fokus dengan daya nalar analisis. Dibicarakan, didiskusikan dan digelar pendapat dengan beragam aspek pertimbangan. Dipraktikkan dengan konsisten.
Contoh ;
1. Tahun 2014, saat harga buah naga jatuh. Saya punya kebun buah naga puluhan hektar. Mau dijadikan powder. Tahu ilmunya. Direncanakan. ” Tapi tanpa eksekusi untuk dipraktikkan “. Sama sekali tiada perubahan gagal atau berhasil. Adanya mutlak gagal.
2. Tahun 2016, melihat kelapa di suatu daerah. Berlimpah murah. Grade C tidak laku. Tahu ilmunya (berpikir) membuat VCO ( Virgin Coconut Oil ). Direncanakan (dibicarakan). Tapi tanpa praktik. Gagal lagi. Padahal bisa dapat laba sehat, karena bahan baku murah.
3. Tahun 2018, melihat limbah pabrik kelapa sawit (PKS) endapan kolam berlimpah. Gratis. Bahan baku ideal usaha Maggot BSF. Tahu ilmunya (dipikirkan). Direncanakan (dibicarakan). Tanpa eksekusi aksi. Gagal total. Sekalipun permintaan ekspor Maggot BSF tanpa batas.
Artinya setelah saya kaji, jika hanya dipikirkan saja maka hasilnya cuma kepikiran saja. Jika hanya dibicarakan rencananya apalagi ditunda – tunda hingga ” berulang tahun rencananya “. Maka hasilnya cuma wacana belaka.
Ironisnya, sahabat saya yang tanpa banyak mikir dan banyak bicara. Hanya seimbang antara niat di hatinya. Ilmu di pikirannya. Rencana yang dibahas/dibicarakan. Praktik yang konsisten terus makin menyempurnakan langkahnya dia yang berhasil.
Ide gagasan dari saya. Kelebihan dia, membekali diri ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi. Dibahas. Praktik. Kaji ulang. Praktik lagi. Makin sempurna. Berkembang memberi manfaat bagi sesama. Pajak dan devisa buat bangsanya.
Kesimpulannya ;
1. Benar ujar Prof. Rhenald Kasali Guru Besar Universitas Indonesia. Kunci kemajuan kita di masa depan ada pada ” Self Driving” (menjadi sopir diri sendiri). Menguasai diri. Pengendalian diri.
2. Benar ucapan sahabat saya. Beliau konglomerat yang berawal dari titik nol. Kata kunci ” Self Improvement“. Improvisasi diri. Mengembangkan potensi diri.
Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630