
Beberapa tahun silam kita pasti masih ingat harga buah naga sangat tidak logis. Hingga ada video viral buah naga dibuang ke sungai di Banyuwangi. Dampak terlalu banyak produksi dibandingkan permintaan pasarnya.
Bahkan saya melihat sendiri banyak kebun buah naga ditebangi, juga di Banyuwangi dan Jember. Termasuk kebun buah naga milik saya di Pangkalan Bun Kalteng. Karena nilai jual di bawah harga pokok produksi.
Karena kebanyakan jumlah produksi atau terlalu luas tanamnya. Agar harga naik diekspor bulatan segar siap hidang. Ternyata kalah bersaing di pasar global dengan buah naga dari Vietnam. Mereka lebih murah.
Kesulitan ini dianggap peluang bagi yang gigih bisnis nuansa inovasi. Kadar airnya ditiadakan agar tidak berat. Solusinya dijadikan keripik vakum dan tepung ( powder ) siap seduh untuk di restoran dan hotel.
Sekejap jadi jus buah naga, hanya dituang air dan diaduk. Beres. Karena ringan, wujud powder dan keripik vakum. Jangankan ke RRC. Ke Eropa, Amerika Serikat dan Timur Tengah pun. Buah naga Indonesia sanggup bersaing dengan Vietnam.
Dampaknya, permintaan pasar global makin ugal – ugalan. Pabrik buah naga keripik vakum dan powder butuh bahan baku buah naga segala macam ukuran jumlah tak terbatas. Karena pasar global. Permintaan banyak, harga naik lagi.
Petani buah naga di Banyuwangi happy lagi. Harga saat ini minimal Rp 7.000/kg. Sudah beberapa tahun terakhir ini. Karena harga bagus. Semua rekayasa inovasi lagi. Pakai lampu listrik agar berbunga buah di luar musim.
Kalau malam hari di sawah pun seperti Mall di kota saja. Terang benderang. Bisa dilihat di Banyuwangi Selatan 3 Kecamatan. Produksinya naik dari 30 ton/ha jadi 50 ton/ha/tahun. Makmur seketika. Omzet bisa Rp 600 juta/ha/tahun.
Dampak lanjutannya, apresiasi lahan dalam luas dan waktu sama makin tinggi nilai kemanfaatannya. Masyarakat karena ada kepastian pasar dengan harga wajar kembali bergairah mengembangkan buah naga kembali.
Ilmu hikmahnya, di balik kesulitan selalu ada inovasi tersembunyi, bagi insan peneliti yang optimis logis. Di balik ancaman selalu hadir peluang bisnis, bagi yang punya naluri bisnis. Keduanya jika dipadukan, hidup akan makin begitu berarti.
Artinya kondisi kekinian, imbas dari perubahan iklim, perang Rusia Ukraina dan pasca covid 19. Yang berdampak pangan makin langka jadi rebutan dunia lalu mahal. Itu sesungguhnya peluang emas bagi kita yang mau inovatif agribisnis.
Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630