Thu. Jan 15th, 2026

Empiris.
Tiap kali ada tamu ” orang penting ” di lokasi usaha saya. Baik di pabrik pupuk hayati Bio Extrim dan Hormax di Bogor. Kebun dan kandang sapi di Pangkalan Bun Kalteng. Memang konsepnya integrasi nuansa inovatif.

Pertanyaan yang selalu muncul, limbahnya di mana. Saya jawab, kami tiada limbah. Memang faktanya tanpa limbah, nol limbah. Bahkan kekurangan limbah. Karena limbahnya bernilai ekonomi.

Orang – orang penting tersebut mengatakan bahwa itulah implementasi ekonomi sirkular. Efektif efisien agar kompetitif. Karena biaya rendah, hasil tinggi. Indeks harga pokok produksi (HPP) rendah.

Contoh konkret ;

1. Biasanya pabrik pupuk banyak limbah dan bahkan kadang polusi udara. Di pabrik Bio Extrim Hormax, semua terpakai daur ulang. Agar jadi penambah laba dan penambah manfaat.

2. Biasanya di kandang sapi. Numpuk feses dan urine. Di tempat saya nol. Karena disemprot Bio Extrim Hormax laku keras. Karena dibatasi penjualan, untuk pupuk kebun sendiri.

3. Biasanya di kebun banyak pelepah dan gulma. Tapi di kebun saya bersih bahkan kurang, rumput tidak sempat tumbuh habis dimakan sapi. Justru kekurangan, hingga menanam intensif rumput inovatif.

Kajian ilmiah lingkungannya. Alam semesta ini kumpulan rantai kehidupan saling kait mengait. Rumput pakan ternak, 95% jadi limbah feses dan urine sebagai media biak mikroba (Bio Extrim dan Hormax).

Multi strain mikroba fungsional berkoloni tinggi (Bio Extrim) berbiak massal. Mengurai (selulolitik) agar jadi humus (humic acid). Menambat N di udara. Melarutkan P dan K di tanah. Biokontrol patogen. Semua mutlak dibutuhkan tanaman.

Multi strain mikroba berkoloni tinggi (Bomax). Atau campuran Bio Extrim Hormax. Berbiak pada air minumnya. Jadi probiotik, berbiak di saliva dan rumen (usus). Agar pakan mudah hancur, efektif nutrisinya mendongkrak pertumbuhan sapi. Mutlak dibutuhkan sapi.

Konkret mikroba strainya berkoloni tinggi pada Bio Extrim dan Bomax adalah Lactobacillus, Bacillus, Pseudomonas, Aspergillus Niger, Azospirillum, Azotobacter, Rhizobium dan Trichoderma sebagai selulolitik dan biokontrol fungi patogen.

Kajian ekonominya. Karena pakannya murah wujud dari limbah. Orang lain biaya Rp 40.000/ekor/hari. Saya bisa hanya maksimal Rp 15.000/ekor/hari. Itu pun di Nol kan. Dengan jualan feses urine, 16 kg feses dan urine 12 liter/ekor/hari setara Rp 15.000/hari juga.

Jika kesemuanya dikumulatifkan. Total biaya divisi ternak dan kebun. Total volume hasil, dibagi biaya maka jadi HPP rendah. Arus kas sehat. Percepatan kembali modal (ROI) tinggi. Alam lestari berkelanjutan. Pangan sehat mendongkrak kecerdasan sesama.

Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *