Berikut ini contoh nyata terkait judul di atas, agar bisa jadi bahan pembelajaran anak muda pebisnis pemula, karena ada ilmu hikmah yang terkandung pada kisah tersebut di bawah ini.
Supplier Pabrik Sawit.
Pabrik pencairan dana seminggu setelah barang dicek mutu dan jumlahnya benar, sekaligus agar tertib administrasi. Supplier berkomitmen agar bisa memenuhi kontraknya lalu makin dipercaya, volume makin banyak bisa 1.000 ton/hari milik para petani laba Rp 30/kg saja, dari harga TBS Rp 3.000/kg, setara laba kotor Rp 30 juta/hari.
Tidak perlu mengambil laba besar hanya 1% saja. Dana yang sama dipakai transaksi 4 kali dalam sebulan atau totalnya 4%/bulan. Toh bunga kredit bank hanya 8%/tahun, dianggap 1%/bulan. Lumayan dapat bersih 3%/bulan. Tinggal dikalikan jumlah transaksinya.
Alhasil makin banyak petani yang numpang memakai surat jalan D/O supplier tersebut. Mengalahkan dan menyalip para supplier lainnya, yang mengambil laba besar. Dia labanya sedikit tapi pelanggannya setia dan makin banyak yang gabung ikut mendukungnya. Pabrik dan petani makin senang.
Ungkapan ” 2×5 bukan 5×2 ” dalam konteks usaha adalah bentuk refleksi strategis dalam memilih model bisnis, yang secara tersirat membandingkan antara laba kecil (2) tapi transaksi sering (5 kali) atau laba besar (5) tapi transaksi jarang (2 kali).
Penjelasan praktiknya ;
2×5 = 10 artinya transaksi 5 kali dengan laba Rp 2 juta per transaksi total Rp10 juta.
5×2 = 10 artinya transaksi 2 kali dengan laba Rp 5 juta per transaksi total Rp10 juta juga, tapi risiko dan ketidakpastian lebih tinggi.
Manfaatnya ;
1). Lebih konsisten dan terukur. Bisnis lebih stabil karena volume transaksi tinggi. Uang lebih cepat berputar (cash flow lancar).
2). Risiko lebih rendah. Tidak bergantung pada sedikit pelanggan besar. Kalau 1 transaksi gagal, masih ada 4 lainnya.
3). Lebih adaptif dan fleksibel. Bisa uji pasar dan langsung koreksi dari respon pasar. Model ini cocok untuk UMKM dan ritel.
4). Lebih cepat membangun relasi pasar. Banyak transaksi banyak interaksi pelanggan, lebih cepat bangun kepercayaan dan brand awareness.
5). Bisa diterapkan di berbagai skala. Cocok untuk warung, online shop, reseller, jasa digital, bahkan pabrik skala kecil.
Kesimpulan :
Untuk berkelanjutan, apalagi di fase awal usaha ” 2×5 bukan 5×2 ” mengajak kita untuk fokus pada perputaran. Mengutamakan kelangsungan dan stabilitas usaha. Tidak terlalu terobsesi pada ” laba besar “, tapi melihat sistem usaha secara menyeluruh.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630